Tujuan Pendidikan Diversifikasi
"Sifat Orang Mukmin"
Al-Qur’an Surat Al-Fath ayat 29
Laely Ulfa
NIM. 2117385
KELAS L
JURUSAN PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN
ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI PEKALONGAN
2018
A. Pendahuluan
1.
Latar belakang
Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat manusia
hingga hari Kiamat. Diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril dan
disampaikan kepada Nabi akhir zaman, Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an senantiasa
dijaga kemurnian isinya oleh Allah, dan tiada keraguan sedikit pun didalamnya.
Didalamnya mengandung berbagai ilmu sebagai tuntunan umat manusia dalam
kehidupan dunia sampai akhirat kelak. Al-Qur’an memuat hukum-hukum serta
mengisahkan suri tauladan yang baik melalui kisah-kisah nabi yang dapat kita
ambil nilai-nilai positifnya.
Di dalam Al-qur’an terdapat 30 juz dan 114 surat,
salah satu surat tersebut yaitu surat Al-Fath. Surat ini bernama Al-Fat’h yang
berarti kemenangan merupakan surat ke-48 dalam Al-Qur’an. Surat ini tergolong
surat madaniyah yang terdiri atas 29 ayat. Dinamakan Al-Fath yang berarti
kemenangan diambil dari perkataan fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah
ini. Sebagian besar ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan
dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad dalam perangnya. Yang mana dalam
surat Al-Fath mengisahkan beberapa sifat dari orang mukmin. Sehingga dapat menjadi tuntunan serta dorongan untuk kita
sebagai umat Islam untuk menuju kesempurnaan seorang mukmin sejati. Untuk itu,
dalam makalah ini diambil beberapa rumusan masalah berkaitan dengan sifat-sifat
orang mukmin.
2.
Rumusan Makalah
a.
Siapakah orang Mukmin itu?
b.
Bagaimana dalil sifat-sifat orang mukmin?
c.
Bagaimana visualisasi orang mukmin dalam kehidupan ?
3.
Tujuan Makalah
a.
Meengetahui pengertian orang mukmin
b.
Mengetahui sifat-sifat orang mukmin dalam Qs Al-Fath ayat 29
c.
Mengetahui visualisasi orang mukmin dalam kehidupan
B. Pembahasan
1. Siapa Orang Mukmin
Menurut bahasa Mukmin memiliki akar kata iman yang
artinya percaya. Mukmin adalah seorang muslim yang sudah istiqamah atau
konsisten dalam berpegang kepada nilai-nilai kebenaran, sampai kepada hal-hal
yang kecil.
Mukmin adalah orang yang beriman kepada Allah SWT
dengan sebenar-sebenarnya. Artinya orang mengatakan keimanan itu dengan lidah ,
diyakini dengan hati dan dikerjakan dengan perbuatan. Dalam arti senantiasa
menjalankan segala perintah-Nya, menjauhi semua larangan-Nya, dan berjihad
dengan harta jiwa mereka pada jalan Allah SWT. [1]
Ciri-ciri orang Mukmin:
Perihal perilaku orang-orang mukmin
di dunia, digambarkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an, antara lain sebagai
berikut
a.
Orang Mukmin gemetar mendengar nama Allah SWT. "Sesungguhnya orang-orang
yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan
apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya, dan
hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal." (QS. 8/Al-Anfal: 2). Yang dimaksud
"disebut nama Allah " adalah menyebut sifat-sifat yang mengagungkan
dan memuliakan-Nya.[2]
b.
Orang mukmin saling tolong-menolong dan selalu beramal saleh. "Orang-orang
yang beriman, pria dan wanita, sebagian mereka menjadi penolong sebagian yang
lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang ma’ruj, dan mencegah dari yang munkar,
mendirikan sholat, membayar zakat, serta taat kepada Allah dan Rosul-Nya."
(QS. 9/At-Taubah: 71).[3]
c.
Orang mukmin khusyu’ dalam sholat, dan senantiasa melakukan keta’atan.
"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyu’
dalam sholatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan)
yang tiada berguna." (QS. 23/Al- Mukminuun: 1-3).
d.
Orang Mukmin suka bersujud dan bertasbih serta tidak sombong.
"Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang
yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami) mereka menyungkur sujud
(maksudnya tunduk kepada Allah), dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan
mereka tidak menyombongkan diri." [QS.
As-Sajdah: 15]
e.
Sesantiasa bersabar terhadap apa yang menimpa mereka dan termasuk juga orang
yang berjihad fisabilillah. “Dan Orang-orang yang bersabar dalam kesempitan,
penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang yang benar (imannya), dan
mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. [QS. Al-Baqarah: 177] [4]
Sifat-sifat Orang
mukmin
1.
Sabar, dengan kesabaran seorang hamba
akan terjaga dari kemaksiatan, konsisiten dalam menjalankan ketaatan dan tabah
dalam menghadapi berbagai macam cobaan.
2.
Amanah, sifat dapat dipercaya artinya menyampaikan amanat kepada orang yang
berhak menerima tanpa dilebih-lebihkan atau dikurangi.
3.
Adil, adalah memberikan setiap hak kepada pemiliknya tanpa pilih kasih dan
membeda-bedakan.
4.
Kasih sayang, pada dasarnya sifat kasih sayang adalah fitrah yang dianugerahkan
Allah kepada makhluk. Islam menghendaki agar sifat kasih sayang dan belas kasih
dikembangkan secara wajar kepada semua makhluk ciptaan Allah swt.
5.
Berani , sifat berani bukan semata-mata berkelahi di medan laga melainkan suatu
sikap mental seseorang dapat menguasai jiwanya dan berbuat menurut semestinya.
6.
Tawadhu’, adalah ketundukan kepada kebenaran dan menerimannya dari siapapun
datangnya baik ketika susah atau dalam
keadaan marah.
7.
Ikhlas, seorang dikatakan memiliki sifat ikhlas apabila dalam melakukan
perbuatan ia selalu didorong oleh niat untuk berbakti kepada Allah swt dan
bentuk perbuatannya itu sendiri dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya menurut
hukum syariah.
8.
Memelihara kesucian diri, menjaga diri dari segala keburukan dan memelihara
kehormatan hendaknya dilakukan pada setiap waktu . hal ini dilakukan mulai dari
memelihara hati (qalbu) untuk tidak berbuat rencana dan angan-angan yang
buruk.
9.
Menepati janji, ialah menunaikan dengan sempurna apa-apa yang telah disepakati.
10. Bersikap
malu, sifat malu ialah malu terhadap Allah dan malu kepada diri sendiri dikala
melanggar peraturan-peraturan Allah.[5]
Kehidupan orang-orang mukmin di akhirat, digambarkan
oleh Allah SWT seperti dalam( Qs At- Taghabun 64: 9). Artinya "Dan barang
siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan niscaya Allah akan
menghapus kesalahan-kelasahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah
kemenangan yang agung." Disini dijelaskan bahwa orang mukmin memperoleh
kemenangan karena Allah SWT hapuskan segala kesalahannya.[6]
2. Dalil Sifat-Sifat Orang Mukmin (Qs.
Al-Fath 48: 29)
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ
اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ
سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ
ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ
فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ
الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم
مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمً
Artinya : Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama
dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang
sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan
keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas
sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka
dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu
menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas
pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin).
Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh
di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al Fath ayat 48: 29)
a.
Tafsir Al-Maraghi
Setelah Allah swt menyebutkan bahwa Dia mengutus
rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama Islam, supaya Dia meluhurkan
derajat agama tersebut atas semua agama-agama yang lain, maka dilanjutkan
dengan menerangkan ihwal rasul dan umat yang kepada mereka ia diutus. Allah
menggambarkan mereka dengan sifat-sifat yang seluruhnya terpuji dan merupakan
peringatan bagi generasi sesudah mereka dan sifat-sifat itulah mereka bisa
menguasai bangsa-bangsa lain dan memiliki negeri-negeri mereka, bahkan
menggenggam tampuk kepemimpinan seluruh dunia. Yaitu: bahwa mereka bersikap
keras terhadap siapapun yang menentang agama-Nya dan mengajak bermusushan dan
bersifat belas kasih terhadap sesama mereka. Bahwa mereka menjadikan shalat dan
keikhlasan kepada Allah sebagai kebiasaan mereka pada kebanyakan waktu. Bahwa
mereka dengan amal mereka mengharapkan pahala dari Tuhan mereka dan kedekatan
disisih-Nya serta keridhaan dari-Nya. Bahwa mereka mempunyai tanda yang dengan
itu mereka mudah dikenal. Yakni bahwa mereka bercahaya pada wajah mereka,
khusyu’ dan tunduk yang bisa dikenali oleh orang yang cerdas. Bahwa Injil
mengumpamakan keadaan mereka dengan mengatakan, akan muncul suatu kaum yang
tumbuh bagaikan tumbuhnya tanaman, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan
mencegah dari kemungkaran.[7]
b.
Tafsir Al-Azhar
“Muhammad adalah utusan Allah!” (pangkal ayat 29).
Lantaran persaudaraan yang rapat maka timbullah persatuan sikap dan perangai,
yaitu: “Dan orang-orang ada besertanya bersikap keras terhadap orang-orang
kafir, sayang-menyayangi diantara sesama meraka.” Begitu lah sikap hidup dari
ummat yang telah mengaku tidak ada Tuham melainkan Allah dan Muhammad
Rasulullah itu. Dia sesama sendiri, bersatu akidah, bersatu pandangan hidup
adalah cinta-mencintai seberat seringan, sehina semalu, seberat sama dipikul,
ringan sama dijinjing dengan sesama beriman. Lalu sambung ayat selanjutnya:
”Engkau lihat mereka itu ruku’, sujud mengharapkan karunia dari Allah dan
ridhaNya.
Nampak tertonjol sifat Mu’min yang ketiga yaitu mereka
selalu memperkokoh iman yang telah tumbuh dalam dada dengan memperkuat ibadat,
ruku’ dan sujud, sembahyang dengan khusyu’, tidak ada yang meraka harapkan dari
yang lain, kecuali semata-mata dari Tuhan. Maka bertambah kuat ibadahnya yang
demikian, niscaya bertambah kuat pulalah hubungan dan kasih sayang diantara
satu samal lain dan bertambah pula keras disiplin mereka menghadapi musuhnya.
Lalu ditunjukkan lagi tanda yang istimewa pada orang-orang beriman itu:”Ada
tanda-tanda mereka pada wajah-wajah mereka dari sebab bekas sujud.” Wajah
mereka bersinar , tidak cemberut, tidak beringis, melainkan memancarkan kejernihan
selalu. Di waktu sujud itu insaflah dia akan kerendahan dirinya dihadapan
Ketinggian dan Kemuliaan Allah.
Demikianlah perumpamaan mereka mereka di dalam Taurat,
bahwa pada wajah mereka bersinarlah wajah yang jernih berseri dari sebab bekas
sujud mereka kepada Tuhan. Kemudian itu selanjutnya berkata pula ayat: “Dan
perumpamaan mereka didalam Injil: laksana tanaman yang mengeluarkan tunasnya
maka bertumbuhlah dia kian besar.
Ujung ayat ini mengandung harapan yang besar bagi
orang yang selama ini telah kena bujukan, rayuan, tipuan dan paksaan agar
,menukar agamanya yang hak dengan batil, jika mereka insaf dan taubat, bahwa
taubat mereka akan diterima. Tauhid dan Akidah, Iman dan Takwa dan tidak ada
tempat berlindung selain dari Allah, itulah pegangan manusia yang sejati dan
pokok pendirian demikianlah jualah manusia akan kembali.[8]
Kesimpulan
a.
Sifat-sifat para sahabat Rasul yang digambarkan dalam Taurat dan Injil adalah :
pertama, keras dan tegas terhadap orang kafir dan lemah lembut terhadap sesama
mereka. Kedua, di wajah mereka tergambar tanda-tanda ketakwaan, kekhusukkan dan
keikhlasan.
b.
Sifat mereka bagaikan sebuah biji yang tumbuh dan berkembang menjadi pohon
rindang dan kukuh dalam waktu yang sangat singkat.
c.
Allah swt menyediakan pahala dan surga bagi orang-orang yang beriman.
d.
Hedaklah muslim menjadi umat yang kuat dan disegani umat lain.[9]
3. Visualisasi Orang Mukmin dalam Kehidupan
1. Senantiasa selalu menjalankan perintah
Allah swt dan menjauhi segala larangan-Nya. Serta selalu menyandarkan segala urusannya hanya
kepada Allah swt bukan kepada yang lain.
2. Dalam menjalankan kehidupan selalu
berpedoman kepada kitab Al-Qur’an dan Sunnah.
3. Menjalankan shalat lima waktu yang
hukumnya wajib dan juga menjalankan shalat sunnah yang dianjurkan.
4. Dalam melaksanakan ibadah selalu
senantiasa ikhlas dan khusyu’
5. Menjaga mata, telinga, pikiran, hati, dan
perbuatan dari hal-hal yang dilarang oleh agama. Serta berusaha meningkatkan
keimanan dengan cara yang baik.
6. Besikap sabar, jujur, adil dan selalu
bersyukur atas segala sesuatu yang telah diberikan oleh Allah swt
7. Menggunakan hartanya di jalan Allah swt.
8. Bersikap baik dan berperilaku kasih sayang
pada semua makhluk ciptaan Allah swt.
9. Selalu berlomba-lomba dalam kebaikan.
10. Tegas memegang prinsip dan akidah saat berhadapan dengan
orang-orang kafir.
C. Penutup
Kesimpulan
Menurut bahasa Mukmin memiliki akar kata iman yang
artinya percaya. Mukmin adalah orang yang beriman kepada Allah SWT dengan
sebenar-sebenarnya. Artinya orang mengatakan keimanan itu dengan lidah ,
diyakini dengan hati dan dikerjakan dengan perbuatan.
Surat Al-Fath ayat 29 menerangkan bahwa orang-orang
yang beriman selalu mengerjakan shalat dengan khusuk, tunduk dan ikhlas,
mencari pahala, karunia dan keridhaan Allah swt. Mengenai cahaya muka orang
beriman, Usman berkata “adapun rahasia yang terpendam dalam hati seseorang
niscaya Allah menyatakannya pada raut muka dan lidahnya.” Sifat-sifat yang
demikian itu dilukiskan dalam Taurat dan Injil. Para sahabat dan pengikut nabi
semula sedikit lemah, kemudian bertambah dan berkembang dalam waktu singkat
sehingga menakjubkan orang-orang yang menanamnya, karena kuat dan indahnya,
sehingga menambah panas hati orang-orang kafir. Kemudian kepada pengikut
Rasulullah saw itu, baik yang dahulu maupun yang sekarang, Allah menjanjikan
pengampunan dosa-dosa mereka, memberi pahala yang banyak dan menyediakan surga
sebagai tempat yang abadi bagi mereka. Janji Allah yang demikian pasti
ditepati.
Sebagai seorang mukmin haruslah dapat memiliki
landasan hidup yang kokoh dan benar, yakni landasan hidup berdasarkan wahyu
Allah Swt. Dengan landasan hidup tersebut orang mukmin memiliki sifat-sifat
yang berbeda dengan orang lain. Sehingga dengan landasan iman hidup seorang
mukmin akan terarah sesuai dengan yang dikehendaki penciptanya yakni Allah swt.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Yunus. Makalah Mukmin. https://www.google.co.id/amp/s/myjournals14.wordpress.com/2014/12/31/26/amp/
diakses pada hari senin tanggal 01 Oktober 2018 pukul 20.23 WIB
Abdullah, M Yatimin. 2007. Studi Akhlak dalam
Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Amzah
Al- Maraghi, Ahmad Mustofa . 1986. Terjemahan
Al-Maraghi. Semarang: Toha Putra
Amrullah, Abdulmalik Abdulkarim . 1980. Tafsir
Ala-Azhar Juzu’ Ke-26. Surabaya: Yayasan Latimojong
Departemen Agama RI. 2010. Al-Qur’an dan tafsirnya.
Jakarta: Lentera Abadi
Mun’in, A Rafiq Zainul. (2013). Konsep Mukmin Dalam
Tafsir Al-Qur’an Bi Al-Imla’Karya KH. Zaini Mun’im, 17(2), 29-30.
[1] A.
Rafiq Zainul Mun’in,”Konsep Mukmin Dalam Tafsir Al-Qur’an Bi Al-Imla’Karya
KH. Zaini Mun’im”. Vol. 17 No. 2, 2013, hlm. 29-30
[2] M.
Yatimin Abdullah, Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an, (Jakarta,
Amzah: 2007), hlm. 205
[3] Ibid.,
hlm. 225
[4]
Muhammad Yunus Abdullah, Makalah Mukmin,https://www.google.co.id/amp/s/myjournals14.wordpress.com/2014/12/31/26/amp/ diakses pada hari senin tanggal 01
Oktober 2018 pukul 20.23 WIB
[5] M.
Yatimin Abdullah, Studi Akhlak....... 41-46
[6]
Muhammad Yunus Abdullah, Makalah Mukmin,https://www.google.co.id/amp/s/myjournals14.wordpress.com/2014/12/31/26/amp/ diakses pada hari senin tanggal 01
Oktober 2018 pukul 20.23 WIB
[7]
Ahmad Mustofa Al- Maraghi, Terjemahan Al-Maraghi, (Semarang, Toha Putra:
1986), hlm.191-198
[8]
Abdulmalik Abdulkarim Amrullah,Tafsir Ala-Azhar Juzu’ Ke-26, (Surabaya, Yayasan
Latimojong: 1980) hlm. 205-210
[9]
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan tafsirnya, (Jakarta, Lentera Abadi:
2010), hlm. 391
Tidak ada komentar:
Posting Komentar